Perkembangan teknologi membuat berbagai hal mulai beralih dengan sistem digital. Seperti halnya yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang menggandeng Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan menghadirkan ijazah hybrid.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Polinema,Supriatna Adhisuwignjo dan Direktur Utama Peruri Security Printing,Ahmad Hidayat di Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Peruri juga telah menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) dalam hal penyediaan legalisasi ijazah elektronik. Menurut Ahmad, ijazah dalam bentuk fisik masih dibutuhkan sampai saat ini. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, Peruri mengadopsi teknologi digital Peruri Sign dan Peruri Tera.
“Ke depannya, Peruri Security Printing akan mengembangkan produk bersifat hybrid yang merupakan kombinasi dokumen fisik dan digital sehingga memperkuat pengamanan produk, antara lain ijazah hybrid,” ujar Ahmad Hidayat.
Lebih lanjut, Peruri akan sangat serius menangani transformasi digital mengenai ijazah hybrid tersebut hingga mengikutsertakan karyawannya dalam pembekalan peningkatan kapabilitas melalui Peruri Digital Academy.